Senin, 30 Maret 2015

Puisi Mencari cinta sejati

Mencari Rintik hujan menggenangi jalanku.. Langit kelabu menutupi sinar matahari.. Aku berjalan dalam kabut.. Berusaha mencari.. Tapi entah apa kucari.. Mungkin kebahagiaan.. Mungkin kehangatan.. Mungkin suatu tempat untuk aku berteduh.. Ah.. Bukan..! Aku tak ingin! Aku tak ingin berteduh.. Aku mencari.. Mencari-cari sesuatu.. Entah apa itu.. Tapi aku tau aku sedang mencari.. Ku mencoba untuk berlari.. Namun jalan aspal yg licin karena air hujan membuatku terpeleset.. Jatuh.. Aku terluka.. Walau tak berdarah.. Tapi aku tau.. Aku sedang terluka.. Entah dimana letak luka itu.. Luka yg begitu perih menyayat.. Yang membuatku tak sanggup bangkit lagi.. Kubiarkan tangisku menyatu bersama derasnya air hujan.. Mengalir mengarungi jalan ini.. Nafasku terengah.. Kulihat secercah cahaya didepanku.. Memperlihatkan sebuah siluet seseorang pria dgn payung hitam.. Aku tak bisa melihat wajahnya.. Tertutup oleh tebalnya kabut.. Orang itu menghampiriku.. Menaungiku dengan payung hitamnya.. Membantuku bangkit dengan tangan kekarnya.. Aku menatapnya, dengan mataku yg bengkak karena tangis.. Ia Tersenyum padaku .. Dan berkata "kau akan baik-baik saja.. Masih ada aku disini.." ..... Tangan kekarnya memeluk tubuhku.. Menuntunku menuju cahaya.. Naungan payung hitam melindungiku dari dinginnya rintik air hujan.. Aku menatapnya lagi.. Matanya dan mataku bertemu.. Aku tak mengenalinya.. Tapi entah kenapa.. Aku merasa sudah lama mengenalnya.. Sudah begitu banyak memoriku terisi olehnya.. Tapi... Siapa dia? Siapa orang ini? Aku tak mengenalinya.. Kualihkan pandangan.. Dinginnya udara malam, juga air hujan yg turun.. Membuatku hampir membeku.. Aku menggigil.. Gigi-gigi ku mengegeretak -geretak.. Dia menuntunku menuju tempat berteduh.. Menyelimuti tubuhku dengan jaket tebalnya.. Tak sengaja kakinya terpeleset.. Dan membuatnya berada begitu dekat denganku.. Hidung mancungnya menyentuh hidungku.. Hingga aku bisa merasakan nafasnya.. Matanya dan mataku bertatap.. Aku hanya ingin bertanya.. Siapakah dia.. Bagaimana Ia bisa mengenalku?.. Tapi entah kenapa.. Bibirku beku.. Tak mampu berkata.. Mungkin karena dinginnya malam hujan.. Atau mungkin.. Karena tatapan matanya yg membuatku terpaku.. Ia memelukku.. Berusaha menghangatkan tubuhku dengan pelukkannya.. Entah kenapa.. Saat itu.. Aku tak merasakan lukaku lagi.. Seakan-akan lukaku pulih berkat pelukannya.. Aku tertidur dalam pelukkannya.. Dan tak sengaja mengatakan.. "jangan pergi.. Aku membutuhkanmu.. Kaulah yg aku cari.. Dirimulah yg aku cari..." ....... Cahaya mentari pagi membangunkanku.. Aku terbangun dan masih dalam pelukkannya.. Ia masih terjaga dalam tidurnya.. Kuberanikan diri menyentuh wajahnya.. Menyisir rambut basahnya dengan jari jemariku.. Saat Ia membuka mata.. Aku tersadar dan teringat.. Setiap momen bersamanya.. Setiap kata yg pernah Ia ucap.. Aku telah mengingat semuanya.. Aku mengingat sosoknya.. Aku tau semua tentang dirinya.. Dirinya yg selama ini hilang dari hidupku.. Dan kembali bersama semua memoriku bersamanya Dirinyalah Yang dulu pernah mengatakan "aku akan selalu ada didalam hatimu.. Aku akan selalu melindungimu.. Melihatmu dari kejauhan.. Bersamamu selamanya.." Sekarang aku tersadar.. Dirinyalah Yang selama ini aku cari..!!